Cancel Preloader

Seksinya Bisnis Lendir Di Kota Gurindam

 Seksinya Bisnis Lendir Di Kota Gurindam

Ilustrasi PSK. Foto: Ist

Pandemi covid-19, liburnya aktivitas tatap muka di lembaga pendidikan dan kurangnya intensitas kehadiran di instansi lainnya justru menjadi nilai tersendiri dalam menambah nilai seksi bisnis lendir di Kota Gurindam Tanjungpinang.

Didukung dengan kemajuan tekhnologi dan kemudahan akses terhadap aplikasi jejaring sosial justru dimanfaatkan untuk menangkap peluang usaha ‘desah ranjang’.

Dari penjajakan tim redaksi, aplikasi Mechat adalah hal yang lumrah dianggap sebagai etalase penjajakan tubuh. Uniknya sebagian besar pelaku usaha terlarang ini ditunggangi oleh kaum anak sekolahan.
Tentunya keseksian bisnis lendir di Kota Gurindam juga sudah jauh-jauh hari terendus oleh para penegak perda, namun sayangnya dari rekam jejak yang ada, pelaksanaan penegakan peraturan daerah nomor 7 tahun 2018 pasal 14 tersebut hanya sebatas musiman.

Salah satu penjaja prostitusi digital yang berkenan dijumpai awak media mengaku dalam sehari mampu mendapat orderan hingga 5 kaum hidung belang.

“Tak ngapa-ngapain bang, Cuma main Hp, terima orderan, nego terus eksekusi lah.” Ujar Angel (nama disamarkan, red) gadis yang mengaku berusia kisaran 19 tahun ini.

Angel mengaku tidak sendiri, bersama tiga teman lainnya mengaku kerap nginap beberapa malam di beberapa hotel dan wisma yang ada di Kota Gurindan Tanjungpinang.

“kami biasanya di sekitaran batu 6, batu 2, atau batu 8 bang, yang sering nginap itu aku sih, kalau kawan yang lain mereka jarang, karena rumahnya kan di pinang juga.” Bebernya yang menegaskan bahwa dua dari tiga temannya masih berstatus pelajar SMA di Tanjungpinang.

Disinggung mengenai kekhawatiran tentang penyebaran Covid, Angel mengaku tidak begitu takut, karena menurut pemahaman bocah 19 tahun ini, pasien covid mustahil bisa berkeliaran cari bokingan.

“ya kalau tamunya kena korona, tentu sudah di isolasi bang.” katanya.

Dari banyaknya pria hidung belang yang dilayani, Angel mengaku paling senang jika kebanjiran order dari pekerja Asing yang sengaja datang dari Bintan. Baginya, bayaran yang didapat bisa berkali-kali lipat.

“kalau lokal paling mentok di harga Rp.400 ribu aku bang, kalau asing kan bisa Rp. 1,5 juta” Ucapnya untuk durasi 1 hingga 1,5 jam.

Penulis: | Editor:

BACA LAINNYA